AKSES TERHADAP SUMBER DAYA ALAM PADA KEMISKINAN DAN KETAHANAN PANGAN
DOI:
https://doi.org/10.33007/inf.v7i2.2664Keywords:
akses, kemiskinan, ketahanan panganAbstract
Akses terhadap sumber daya alam dianggap berhubungan dengan tingkat kemiskinan dan ketahanan pangan suatu komunitas masyarakat. Akses terhadap sumber daya alam khususnya yang bersifat milik bersama dan terbuka (common property and open access) seperti perairan, hutan dan perikanan, semakin terancam akibat pertumbuhan populasi yang tinggi sehingga meningkatkan permintaan terhadap sumber daya tersebut dan menimbulkan kelangkaan. Tulisan ini menganalisis: kondisi alam, tingkat pendidikan nelayan, pola kehidupan nelayan, pemasaran hasil tangkapan, dan program pemerintah yang belum memihak masyarakat miskin. Adapun teori yang digunakan ialah teori akses, ketahanan pangan, dan kemiskinan. Analisis kajian ini dilakukan melalui kajian pustaka. Hasil pembahasan menemukan bahwa kemiskinan pada masyarakat nelayan memiliki ciri yang terdiri dari: 1) Faktor alam yang tidak menentu memberikan kontribusi dalam kemiskinan nelayan; 2) Tingkat pendidikan nelayan yang rendah mengakibatkan kesulitan dalam mengelola sumber daya alam, teknologi penangkapan ikan, dan pengolahannya; 3) Pola kehidupan nelayan yang cenderung boros dan sulit diubah menjadi penyebab faktor kemiskinan pada nelayan; 4) Pemasaran hasil tangkapan yang tidak memadai karena pengaruh iklim menyebabkan nelayan terjerat hutang pada tengkulak; dan 5) Program pemerintah yang belum memihak masyarakat miskin. Dengan demikian, program pengentasan kemiskinan nelayan membutuhkan strategi khusus yang mampu menjawab realitas yang terjadi.
References
Amanah, S. & Farmayanti, N. (2011). Strategi Pemberdayaan Nelayan Berbasis Keunikan Agroekosistem dan Kelembagaan Lokal. Jurnal Sosio Konsepsia, 16 (3), 223-229.
Antariksa, I. G. P., Imron, M., & Indrawasih, R., (2002). Pengelolaan Sumber Daya Laut Secara Terpadu: Masyarakat Nelayan dan Negosiasi Kepentigan. PMB-LIPI.
Atem, & Niko, N. (2020). Persoalan Kerawanan Pangan pada Masyrakat Miskin di Wilayah Perbatasan Entikong (Indonesia-Malaysia) Kalimantan Barat. Jurnal Surya Masyarakat, 2 (2), 94-104.
Aviliani, E. (2009, 25 Okt). Ekonomi Bisa Enam Persen. Republika.
Daryanto, A. & Hafizrianda, Y. (2010). Model-model Kuantitatif untuk Perencanaan Pembanguan Ekonomi Daerah; Konsep dan Aplikasi. IPB Press.
Djuwita, D. (2015). Peran Perempuan Masyarakat Pesisir dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Nelayan di Desa Mertasinga. Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syari’ah, 7 (2), 144-155.
Fatmasari, D. (2016). Analisis Sosial Ekonomi dan Budaya Masyarakat Pesisir Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Al-Amwal, 6 (1), 144-166.
Hakim, L & Zuber. A. (2008). Dimensi Geografis dan Pengentasan Kemiskinan Pedesaan. Media Ekonomi, 17.
Imron, M. (2003). Kemiskinan dalam Masyarakat Nelayan. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 5 (1), 40-56.
Kattel, R., Kregel, J. A., Reinert, E. S. (Eds.). (2009). Ragnar Nurkse (1907-2007): Classical Development Economic and its Relevance for Today. Anthem Press.
Korayem, K. (2004). Pro-Poor Policiez in Egypt: Identification and Assesment. International Journal of Political Economy, 32 (2).
Kusnadi. (2009). Keberdayaan Nelayan dan Dinamika Ekonomi Pesisir. Ar-Ruzz Media.
Kusnadi. (2010, Juli). Kebudayaan Masyarakat Nelayan. Ekspresi Budaya Masyarakat Nelayan Di Pantai Utara Jawa. Jelajah Budaya Tahun 2010, Yogyakarta. http://repositori.kemdikbud.go.id/1066/1/Budaya_Masyarakat_Nelayan-Kusnadi.pdf
Kusnadi, Suffatni, R. (2002). Akar Kemiskinan Nelayan. LKIS.
Laila, N.E.N & Amanah, S. (2015). Strategi Nafkah Perempuan Nelayan Terhadap Pendapatan Keluarga (Livelihood Strategy of Coastal Women to Fishermen Family Income). Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 3(2), 159-168
Lee, R. D. and Neves. B. Rural Poverty and Natural Resources: Improving Access and Sustainable Mangement. (No. 09-03). (2009, March). International Fund for Agricultural Development. http://www.ifad.org/rural/rpr2008/backgroud.htm
Listiyandra, K., Anna, Z., & Dhahiyat, Y. (2016). Kontribusi Wanita Nelayan dalam Upaya Pemenuhan Kebutuhan Ekonomi Keluarga Nelayan di Muara Angke Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Jurnal Perikanan Kelautan, 8 (2), 80-90.
Listyawati, A., & Suryani. (2017). Dukungan Istri Nelayan dalam Perekonomian Keluarga. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial, 41 (2), 145-156.
Maxwell, S. (1996). Food Security: A Post-modern Perspective. Food Policy, 21 (2), 155-170. doi: 10.1016/0306-9192(95)00074-7.
Menggala, S. (2016). Kemiskinan pada Masyarakat Nelayan Cilincing. The Indonesian Journal of Public Administration, 3 ,59-68. DOI: 10.52447/ijpa.v2i1.433.
Mubyarto, 1998. Menanggulangi Kemiskinan. Yogjakarta: Adytia Media.
Muhammad, E. V. (2019). Identifikasi Potensi Sumber Daya Pesisir dan Laut Pulau Sabu untuk Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Kabupaten Sabu Raijua. Partner, 1, 44-57.
Mulyani, A., Ritung, S., & Las, I. (2011). Potensi dan Ketersediaan Sumber daya Lahan untuk Mendukung Ketahanan Pangan. Jurnal Litbang Pertanian, 30 (2), 73-80.
Panatoyou. T. Management Consept for Small-scale Fisheries: Economic and Social Aspects. (1992). FAO.
Purwanti, R. (2019). Peran Nelayan Perempuan dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Pesisir di Desa Tompotana Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Buletin Eboni, 15 (2), 79-90. DOI: https://doi.org/10.20886/buleboni.5156
Rahmatullah. (2010). Menanggulangi Kemiskinan Nelayan. https://www.rahmatullah.net. Diakses 22 Mei 2021 pukul 22.38.
Sabarisman, M. (2017). Identifikasi dan Pemberdayaan Masyarakat Miskin Pesisir. Jurnal Sosio Informa, 3 (3), 216-235. DOI: https://doi.org/10.33007/inf.v3i3.707
Sari, Y. T. W., & Satria, A. (2011). Akses Nelayan Terhadap Sumber Daya Pesisir di Kawasan Pertambangan. Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia, 5 (3), 311-324. https://doi.org/10.22500/sodality.v5i3.9695
Setiawan, B. (2010). Konsep dan Analisis Isu Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Masyarakat Pesisir. Pelatihan Metodologi Riset.
Subade, R.F., & Abdullah, N. M. R. (1993). Are Fishers Profit Maximizers? The Case of Gillnettersnin Negros Occidental and Iloilo, Philipines. Asian Fisheries Science, 6, 39-49.
Suharto, E. (2005). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Refika Aditama.
Suharto, E. (2007). Kebijakan Sosial Sebagai Kebijakan Public. Alfabeta Bandung.
Sukari. (2002). Peranan Perempuan dalam Rumah Tangga Nelayan: Kasus di Desa Branta Pesisir, Tlanakan, Pamekasan Pulau Madura. Jurnal Perpustakaan Digital Universitas Negeri Malang.
Suryana, A., & Kariyasa, K. (2008). Ekonomi Padi di Asia: Suatu Tinjauan Berbasis Kajian Komparatif. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 26 (1), 17-31. DOI: 10.21082/fae.v26n1.2008.17-31
Suwiyadi, Sumardi, & Nugraheni. (2019). Strategi Peningkatan Kesejahteraan Nelayan: Sebuah Kontribusi bagi Pengentasan Kemiskinan Prespektif pada Wilayah Pesisir di Jawa Tengah. Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan IX. Purwokerto.
Tajerin, Sastrawidjaja, & Yusuf, R. (2011). Tingkat Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan Rumahtangga Nelayan Miskin: Studi Kasus di kelurahan Marunda Baru, DKI Jakarta dan Desa Tanjung Pasir, Banten. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 6 (1), 83-102. DOI: http://dx.doi.org/10.15578/jsekp.v6i1.5757
Ulfah, W. (2011). Studi Deskriptif tentang Gaya Hidup Masyarakat Pesisir (Nelayan) Pantai Utara Blimbing Paciran-Lamongan. Personifikasi, 2 (2), 139-144.
Wahyono, A. & Imron, I. (2001). Pemberdayaan Masyarakat Nelayan (ed. 1). Media Pressindo.
Wijaya, A. B., & Fauzie, A. (2020). Pemaknaan Hidup Nelayan. Analsis Makro dan Mikro pada kemiskinan Nelayan. Indonesian Psychological Research 2 (2), 96-108. DOI: https://doi.org/10.29080/ipr.v2i2.259
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2021 Sa'diyah El Adawiyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).