Tantangan dan Strategi Penguatan Ketahanan Sosial berbasis Kearifan Lokal pada Komunitas Adat Terpencil Suku Asmat
DOI:
https://doi.org/10.31595/inf.v11i2.3415Abstract
This study examines the social resilience of the Asmat people in Papua, whose lives are deeply rooted in ecological bonds, local wisdom, and community solidarity. While their cultural identity and subsistence practices based on forests and swamps serve as the foundation of daily life, the Asmat face multidimensional challenges, including economic vulnerability, limited access to health and education services, as well as constraints in transportation and communication. This research applies a literature study approach by reviewing relevant scholarly articles, books, and research reports. The findings reveal that reliance on a subsistence economy renders the community highly vulnerable to climate change, environmental degradation, and limited market access. In health, the shortage of medical personnel, inadequate facilities, and poor access to clean water significantly reduce quality of life. In education, the lack of schools and teachers hampers school participation and the development of life skills among younger generations. Nevertheless, opportunities for strengthening social resilience can be pursued through livelihood diversification based on local potential, small-scale livestock and community-based fisheries, improvement of transportation and communication infrastructure, and the enhancement of basic services. This study emphasizes the need for development strategies that are inclusive, participatory, and contextually adapted to indigenous communities, ensuring that the social resilience of the Asmat can be both preserved and sustainably strengthened.
References
Adger, W. N. (2000). Social and ecological resilience: Are they related? Progress in Human Geography, 24(3), 347–364. https://doi.org/10.1191/030913200701540465
Afrida, N., & Wulandari, A. (2022). Peran konektivitas digital dalam memperkuat pembangunan sosial-ekonomi masyarakat pedesaan di Indonesia. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 115–128. https://doi.org/10.21009/jpm.072.02
Anggraheni, A., & Prasodjo, T. (2023). Seni Ukir Asmat dan Identitas Budaya: Representasi Manusia Kayu di Papua. Jurnal Antropologi Indonesia, 44(2), 155–170. https://doi.org/10.7454/ai.v44i2.155
Antaranews.com. (2023, Mei 16). Kebun Gizi Apung bantu penuhi gizi anak Asmat Papua. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/3541734/kebun-gizi-apung-bantu-penuhi-gizi-anak-asmat-papua
Antaranews.com. (2025). Kemensos dirikan 10 peternakan ayam di Kabupaten Asmat—ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/2519429/kemensos-dirikan-10-peternakan-ayam-di-kabupaten-asmat
Badan Pusat Statistik. (2023). Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2023. https://www.bps.go.id
Ellen, R. (2020). The Cultural Ecology of Human Communities. Routledge.
Hermawan, I. (2019). Metodologi Penelitian Pendidikan: Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed Method. Hidayatul Quran Kuningan. https://books.google.co.id/books?id=Vja4DwAAQBAJ
Hikmat, H. (2019). Strategi pemberdayaan masyarakat melalui akses pasar dan jaringan ekonomi lokal. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 20(2), 145–160.
Kambuaya, J., & Rumbrawer, F. (2023). Putus Sekolah di Papua: Faktor Penyebab dan Strategi Penanggulangan. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 14(2), 145–160.
Kamma, F. C. (2011). Koreri: Messianic Movements in the Biak-Numfor Culture Area. KITLV Press.
Keck, M., & Sakdapolrak, P. (2013). What is social resilience? Lessons learned and ways forward. Erdkunde, 67(1), 5–19. https://doi.org/10.3112/erdkunde.2013.01.02
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia 2020. https://www.kemkes.go.id
Kompas. (2018). Ketergantungan pada Hasil Alam dan Risiko Gizi Buruk di Asmat. https://www.kompas.com/
Lestari, N., & Mambri, A. (2022). Transportasi, Biaya Distribusi, dan Integrasi Pasar di Papua. Jurnal Ekonomi Wilayah dan Pembangunan, 13(1), 33–47.
Mambri, A., & Kambu, M. (2020). Insentif Guru dan Mutu Pendidikan di Daerah Terpencil Papua. Jurnal Manajemen Pendidikan, 7(1), 55–68.
Mboeik, A. (2021). Pembangunan Infrastruktur di Papua: Antara Kebutuhan dan Kepentingan Politik. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 24(2), 201–215. https://doi.org/10.20473/jisp.v24i2.2021
Nasution, M. N. (2013). Manajemen Transportasi. Ghalia Indonesia.
Nugroho, D., & Wulandari, E. (2021). Capacity building berbasis komunitas dalam penguatan ekonomi lokal. Jurnal Pemberdayaan Sosial, 8(1), 77–89.
Pamungkas, C. (2018). Ketahanan Sosial dan Ekologi pada Masyarakat Asmat Papua. Masyarakat: Jurnal Sosiologi, 23(1), 77–95. https://doi.org/10.7454/mjs.v23i1.11538
Pradipta, A. Y., & Wafa, A. (2023). Kesenjangan akses layanan kesehatan di Papua: Tantangan geografis dan solusi transportasi. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 12(1), 45–57. https://doi.org/10.7454/jkki.v12i1.2023
Pudjohartono, M. F., Suryani, N., & Yuliana, D. (2019). Dampak keterbatasan transportasi terhadap status gizi dan kesehatan anak di Kabupaten Asmat, Papua. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 11(3), 210–219. https://doi.org/10.15294/jgkm.v11i3.2019
Rachman, H. P. S., Suryana, A., & Ariani, M. (2020). Diversifikasi pangan lokal sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat. Jurnal Gizi dan Pangan, 15(2), 85–96.
ResearchGate. (2018). Papuan Subsistence Economy and Its Challenges. https://www.researchgate.net/
Riyadi, B., & Purnamasari, D. (2020). Ketimpangan pelayanan dasar di Indonesia Timur: Studi kasus Papua dan Maluku. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 6(2), 87–101. https://doi.org/10.20473/japi.v6i2.2020
Rumaseb, Y., & Suryono, Y. (2019). Akses Pendidikan di Papua: Tantangan dan Realitas. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 4(2), 101–115.
Rumatora, M. (2021). Keterbatasan Sarana Produksi dan Stagnasi Ekonomi Rumah Tangga di Papua. Jurnal Pembangunan Daerah, 9(3), 201–215.
Rumbewas, M., & Handoyo, R. (2020). Sagu sebagai Ketahanan Pangan dan Tantangan Ekonomi di Papua. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 20(2), 145–160. https://doi.org/10.21002/jepi.v20i2.145
Soewondo, P. (2021). Tantangan Kesehatan Masyarakat Papua dalam Perspektif Layanan Dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(1), 45–56.
Sumardjo, & Sadono, D. (2019). Peternakan rakyat sebagai basis pemberdayaan sosial-ekonomi komunitas pedesaan. Jurnal Penyuluhan, 15(1), 10–22.
Supriyanto, B. (2018). Ekologi sosial dan kesejahteraan masyarakat: Integrasi sumber daya alam dengan penghidupan lokal. Jurnal Sosio Ekologi, 6(2), 101–115.
Supriyanto, E., & Sari, D. (2021). Ketimpangan Rasio Guru-Murid di Daerah 3T dan Dampaknya terhadap Kualitas Pembelajaran. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 12(1), 77–90.
Susanti, R. (2020). Kesenjangan Pendidikan di Tanah Papua: Analisis Angka Partisipasi Sekolah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(3), 310–325.
Susanti, R., & Kurniawan, A. (2020). Tantangan Pembangunan Ekonomi di Daerah 3T: Analisis Kapasitas Pendidikan dan Keterampilan. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 20(1), 55–70.
UNICEF Indonesia. (2021). Laporan Akses Air Minum dan Sanitasi di Papua. https://www.unicef.org/indonesia
Wambrauw, J., & Suharno, S. (2019). Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga Subsisten di Papua dalam Menghadapi Perubahan Ekosistem. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 15(2), 87–99.
Widjojo, M. S. (2013). Papua Road Map: Negotiating the Past, Improving the Present, and Securing the Future. Yayasan Obor Indonesia.
Wikipedia. (t.t.). Suku Asmat. https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Asmat
Wonda, P., & Lestari, N. (2022). Geografi, Infrastruktur, dan Kualitas Layanan Pendidikan di Papua. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(3), 233–247.
World Health Organization. (2018). Environmental health and sanitation improvement strategies. https://www.who.int
World Health Organization. (2019). Community-based health promotion and cultural adaptation in health education. https://www.who.int
Yoman, S. S. Y. (2019). Suara Hati Rakyat Papua. Deiyai Publisher.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Rotua Siringoringo , Urip Wahyudin, Eka Nurwahyuliningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).






